Sumber: bertanimandiri.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
12/05/12
AKIBAT DARI PESTISIDA DAN PUPUK KIMIA
Sumber: bertanimandiri.blogspot.com
11/03/12
MEMBUAT PUPUK ORGANIK DENGAN BERMACAM-MACAM BAHAN
Harga pupung kian hari kian melonjak. Hal ini membuat bingung petani. Apa lagi bagi petani menengah ke bawah. Dengan penghasilan kecil tapi harus membeli pupuk yang harganya selangit. Oleh karena itu saya mencoba menulis postingan ini. Mudah2n bisa membantu petani untuk menghemat biaya perawatan.
Pupuk cair:
alat dan bahan
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun
segar (bukan sisa dan jangan
menggunakan daun dari
pohon yang bergetah
berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit
lapuk seperti jato, bambu, dan
lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan
air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan
dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang
dapat ditutup rapat Cara Pembuatan: Kotoran hewan dan daun-daun
hijau dimasukkan ke dalam
ember.
Cairan gula dan terasi
dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam
drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan
bakteri sudah selesai dan drum
sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih
(botol) untuk disimpan/
digunakan.
Ampas sisa saringan masih
mengandung bakteri, sisakan
sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula
dengan perbandingan yang
sama. Setelah 8-10 hari
kemudian bakteri sudah
berkembang biak lagi dan siap
digunakan
Cara membuat Pupuk Organik
dari kotoran ternak / kotoran
manusia Bahan :
1. Kotoran Ternak / manusia
300 kg.
2. Dedak 10 kg. 3. Sekam 200 kg.
4. Gula ( 10 sendok makan ).
5. BIOTAMA 3 300 - 500 ml (30 –
50 tutup botol), tergantung
bau kotoran.
6. Air secukupnya .
Cara Pembuatan :
1. Larutkan BIOTAMA 3 dan
gula ke dalam air dalam timba
berisi air ± 7 liter (bisa
ditambah dan dikurangi sesuaikan kondisi kelembaban
kotoran ternak)
2. Kotoran Ternak, sekam dan
dedak dicampur secara merata.
3. Disiram larutan BIOTAMA 3
secara berlahan-lahan ke dalam adonan secara merata,
sampai kandungan air adonan
mencapai 30%. Bila adonan
dikepal dengan tangan, air
tidak keluar dari adonan, bila
kepalan dilepas, maka adonan akan mekar.
4. Adonan digundukkan di atas
ubin yang kering dengan
ketinggian 15-20 cm, kemudian
ditutup dengan karung goni,
selama 3-4 hari. 5. Pertahankan suhu
gundukkan adonan 40-500 C.
jika suhu lebih dari 500C,
bukalah karung penutup dan
gundukkan adonan dibalik-
balik, kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu
yang tinggi dapat
mengakibatkan Pupuk Organik
menjadi rusak karena terjadi
proses pembusukan.
Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.
6. Setelah 2 atau 3 minggu saat
suhu sudah stabil dan warna
pupuk organik menjadi lebih
gelap (coklat tua ataupun
hitam) itu pertanda telah terfermentasi dan siap
digunakan sebagai pupuk
organik.
. Cara Membuat Pupuk Organik
dari sampah organik secara
cepat Bahan :
1. Jerami kering/daun-daun
kering/ sekam/serbuk gergaji
atau bahan apa saja yang dapat
difermentasi 200 kg.
2. Pupuk Organik yang sudah jadi 20 kg.
3. Dedak 20 kg.
4. Gula pasir (5 sendok makan).
5. BIOTAMA 3 200 ml (20 tutup
botol).
6. Air secukupnya. .
Cara Pembuatan :
1. Larutkan BIOTAMA 3 dan
gula ke dalam air.
2. Jerami kering (atau bahan
apa saja yang dapat difermentasi), potong kecil
kecil, kemudian dicampur
dengan Pupuk Organik yang
sudah jadi dan dedak secara
merata.
3. Siram larutan BIOTAMA 3 secara perlahan-lahan ke
dalam adonan secara merata,
sampai kandungan air adonan
mencapai 30%. Bila adonan
dikepal dengan tangan, air
tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas, maka
adonan akan megar.
4. Adonan dicetak diatas ubin
yang kering dengan
ketinggian 15-20 cm, kemudian
ditutup dengan karung/terpal , selama 3-4 hari.
5. Pertahankan suhu
gundukkan adonan 40-500C.
jika suhu lebih dari 500C,
bukalah karung penutup dan
adonan dibalik-balik, kemudian tutup lagi dengan
karung goni. Suhu yang tinggi
mengakibatkan Pupuk Organik
menjadi rusak karena terjadi
proses pembusukan.
Pengecekan suhu dilakukan setiap pagi dan sore.
6. Setelah 5 – 7 hari Pupuk
Organik telah selesai
terfermentasi dan siap
digunakan sebagai pupuk
organik. . Cara membuat Pupuk Organik
dari Jerami Padi Bahan :
1. Jerami 200 kg termasuk
berbagai sampah pekarangan,
daun daun, rumput dll
dipotong 1 – 5 cm (lebih kecil
akan lebih bagus) 2. Dedak 10 kg.
3. Sekam 200 kg.
4. Gula pasir 10 sendok makan.
5. BIOTAMA 3, 200 ml (20 tutup
botol).
6. Air secukupnya . .
Cara Pembuatan :
1. Tuangkan BIOTAMA 3 ke
dalam timba berisi air ± 7 liter,
tambahkan gula pasir. Air bisa
ditambah ataupun dikurangi sesuai dengan kelembaban
dari jerami/dedaunan sebagai
bahan pupuk organik.
2. Jerami, sekam dan dedak
dicampur secara merata.
3. Siramkan larutan BIOTAMA 3 secara perlahan lahan ke
dalam adonan secara merata
sampai Kadar Air 30% (yaitu
saat adonan mudah dikepal
dengan tangan namun kepalan
mudah hancur saat digulingkan).
4. Adonan ditumpuk/dicetak di
atas ubin yang kering dengan
ketinggian 15-20 cm ,
kemudian ditutup dengan
karung goni atau terpal, selama 2-3 hari.
5. Pertahankan suhu tumpukan
jerami 40-500 C. Jika suhu lebih
dari 500 C, bukalah karung
goni atau terpal penutup dan
gundukan adonan dibolak balik, kemudian ditutup lagi.
Suhu yang tinggi dapat
mengakibatkan Pupuk Organik
menjadi rusak karena terjadi
proses pembusukan.
Pengecekan suhu dilakukan setiap pagi dan sore.
6. Setelah jerami berwarna
hitam kecoklatan dan lebih
hancur ukurannya, maka
Pupuk Organik telah siap
digunakan.
PESTISIDA ALAMI
Sering kali para petani dipusingkan oleh pengganggu tanaman mereka. Mereka tentu pusing mengatasinya. Mereka cenderung memakai cara cepat untuk mengatasi pengganggu seperti hama,yaitu dengan penggunaan pestisida buatan. Tentu hal ini akan berdampak buruk pada lingkungan, apa lagi jika penggunaannya terlalu berlebihan.
Untuk mengatasi hal tersebut saya coba berselancar di google. Saya akhirnya mendapatkan postingan yang bisa berguna untuk para petani. Yakni cara pembuatan pestisida alami.
Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan
untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama
kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga. Langkah dan Cara Pembuatan Pestisida Alami dari
Daun Pepaya (Carica papaya) adalaha sebagai berikut:
1. Kumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya
(sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar).
2. Menumbuk daun pepaya hingga halus.
3. Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam
dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil
campuran, didiamkan semalam.
4. Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain
halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan
ke tanaman. Mudah dan sederhana cara membuat pestisida alami
dari ekstrak dau pepaya, selain itu biayanya murah
sehingga akan menekan biaya obat-obatan untuk
tanaman pertanian. Selain itu yang pasti bebas dari
residu bahan kimia. Selamat Mencoba.(Galeriukm).
Cara lain untuk membuat pestisida adalah sebagai berikut>
Bahan-bahan yang
dibutuhkan :
1. Bawang putih, cabe rawit,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir : masing-
masing 100 gram. 2. Gula pasir : 2 sendok makan.
3. Air suling destilasi / aqua
destilata : 1 liter.
4. Dekomposer BSA (mikro
organisme pengurai) : 2 cc.
5. Botol kaca steril besar : 2 buah Tahap-tahap pembuatan :
1. Cabe rawit, bawang putih,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir dan air destilasi
diblender hingga bercampur
rata. 2. Masukkan ke dalam botol
yang telah disteril bebas
kuman.
3. Masukkan gula dan
decomposer BSA, tutup lalu
biarkan satu minggu untuk proses fermentasi.
4. Buka dan saring dari ampas-
ampas yang ada dan simpan di
tempat yang tertutup Cara pemakaian/penggunaan
cairan pestisida organik : 1. Campur 60 cc cairan
pestisida/insektisida organik
yang telah dibuat dengan 1
liter air biasa. Bisa juga buat
takaran sendiri sesuai
perbandingan tadi. 2. Semprot pada batang dan
daun tanaman yang terserang
hama dan ulat satu minggu
sekali. Habiskan semua karena
tidak bisa disimpan. Selamat mencoba semoga
berhasil.
Sumber: http://www.Bahan-bahan yang
dibutuhkan :
1. Bawang putih, cabe rawit,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir : masing-
masing 100 gram. 2. Gula pasir : 2 sendok makan.
3. Air suling destilasi / aqua
destilata : 1 liter.
4. Dekomposer BSA (mikro
organisme pengurai) : 2 cc.
5. Botol kaca steril besar : 2 buah Tahap-tahap pembuatan :
1. Cabe rawit, bawang putih,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir dan air destilasi
diblender hingga bercampur
rata. 2. Masukkan ke dalam botol
yang telah disteril bebas
kuman.
3. Masukkan gula dan
decomposer BSA, tutup lalu
biarkan satu minggu untuk proses fermentasi.
4. Buka dan saring dari ampas-
ampas yang ada dan simpan di
tempat yang tertutup Cara pemakaian/penggunaan
cairan pestisida organik : 1. Campur 60 cc cairan
pestisida/insektisida organik
yang telah dibuat dengan 1
liter air biasa. Bisa juga buat
takaran sendiri sesuai
perbandingan tadi. 2. Semprot pada batang dan
daun tanaman yang terserang
hama dan ulat satu minggu
sekali. Habiskan semua karena
tidak bisa disimpan. Selamat mencoba semoga
berhasil.Bahan-bahan yang
dibutuhkan :
1. Bawang putih, cabe rawit,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir : masing-
masing 100 gram. 2. Gula pasir : 2 sendok makan.
3. Air suling destilasi / aqua
destilata : 1 liter.
4. Dekomposer BSA (mikro
organisme pengurai) : 2 cc.
5. Botol kaca steril besar : 2 buah Tahap-tahap pembuatan :
1. Cabe rawit, bawang putih,
pandan, kemangi, tembakau,
kunyit, kenikir dan air destilasi
diblender hingga bercampur
rata. 2. Masukkan ke dalam botol
yang telah disteril bebas
kuman.
3. Masukkan gula dan
decomposer BSA, tutup lalu
biarkan satu minggu untuk proses fermentasi.
4. Buka dan saring dari ampas-
ampas yang ada dan simpan di
tempat yang tertutup Cara pemakaian/penggunaan
cairan pestisida organik : 1. Campur 60 cc cairan
pestisida/insektisida organik
yang telah dibuat dengan 1
liter air biasa. Bisa juga buat
takaran sendiri sesuai
perbandingan tadi. 2. Semprot pada batang dan
daun tanaman yang terserang
hama dan ulat satu minggu
sekali. Habiskan semua karena
tidak bisa disimpan. Selamat mencoba semoga
berhasil.kebonkembang.com/panduan-dan-
tip-rubrik-35/395-pemanfaatan-ekstrak-daun-
pepaya-carica-papaya-sebagai-pestisida-alami-yang-
ramah-lingkungan.html
organisasi.org/cara-
membuat-pestisi...
02/02/12
Budidaya Ikan Gurame Yang Benar
Ikan gurami
sudah
dibudidayakan
sejak
jaman
dahulu. Karena rasanya yang begitu lezat, ikan gurami saat ini difavoritkan sebagai makanan
utama di rumah makan dan masyarakat sekitar. Banyak pembudidaya ikan gurami dari dalam jawa maupun luar jawa terutama di Indonesia sendiri. Budidaya ikan gurami sangat digemari masyarakat karena harganya yang mahal dan budidaya yang tidak sulit. Banyak cara budidaya tentang
perawatan ikan gurami yang tersaji di berbagai media. Blogiztic.net sendiri akan mengupas cara budidaya ikan gurami yang benar, ada beberpa sebagai berikut.
Induk yang akan dipilih Ciri -ciri ikan gurami yang akan dipilih memiliki kriterial sebagai berikut. - Perut membesar kearah belakang - Anus akan nampak putih kemerahan - Jika perut diraba akan terasa lembek Kolam yang harus dipersiapkan - Luas kolam 200 – 300 m persegi - Kedalaman kolam 1 – 1,5 m - Kedalaman air 0,7 – 1,0 m - Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik - Pada pintu pengeluaran dibuat monik Proses pemijahan - Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi - Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3 - Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang - Pada hari ke-15 induk akan memijah Ciri -ciri sarang berisi telur - Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk - Sarang akan ditunggui oleh induk betina Penanganan benih Pengambilan telur, Alat : - Ember yang berisi air - Scope net Caranya 1. Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air 2. Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net 3. Bawa telur ke ruang penetasan 4. Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya 6. Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan hati-hati maka telur akan terlepas 7. Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali 8. Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama penyakit. 9. Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang serasi dan hitter Pemeliharaan dan penetesan - Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm - Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang - Telur akan menetas setelah 2 – 3 hari dengan suhu 27 -28 0C - Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari - Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan Siapkan bak pendederan Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan dipersiapkan 2 – 3 hari sebelum ditanami larva. Tahap-tahap persiapan bak pendederan - Bak dibersihan dan dikeringkan - Pemupukan dengan pupuk kandang - Pengapuran - Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari - Penanaman benih dapnia - Pemasangan aerator Penanaman benih - Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai. - Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia - Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman Pemeliharaan benih Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan: - Mengamati keadaan air - Penambahan pupuk kandang Pemanena benih Pemanenan di lakukan pada pagi hari antara jam 07 – 09.00. Siapkan - Wadah berisi air dan beraerasi - Scope net Caranya : 1. Air dikeluarkan sedikit demi sedikit 2. Penangkapan benih dilakukan dengan scope net 3. Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya. Sumber: www.blogistic.net
Induk yang akan dipilih Ciri -ciri ikan gurami yang akan dipilih memiliki kriterial sebagai berikut. - Perut membesar kearah belakang - Anus akan nampak putih kemerahan - Jika perut diraba akan terasa lembek Kolam yang harus dipersiapkan - Luas kolam 200 – 300 m persegi - Kedalaman kolam 1 – 1,5 m - Kedalaman air 0,7 – 1,0 m - Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik - Pada pintu pengeluaran dibuat monik Proses pemijahan - Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi - Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3 - Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang - Pada hari ke-15 induk akan memijah Ciri -ciri sarang berisi telur - Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk - Sarang akan ditunggui oleh induk betina Penanganan benih Pengambilan telur, Alat : - Ember yang berisi air - Scope net Caranya 1. Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air 2. Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net 3. Bawa telur ke ruang penetasan 4. Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya 6. Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan hati-hati maka telur akan terlepas 7. Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali 8. Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama penyakit. 9. Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang serasi dan hitter Pemeliharaan dan penetesan - Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm - Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang - Telur akan menetas setelah 2 – 3 hari dengan suhu 27 -28 0C - Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari - Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan Siapkan bak pendederan Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan dipersiapkan 2 – 3 hari sebelum ditanami larva. Tahap-tahap persiapan bak pendederan - Bak dibersihan dan dikeringkan - Pemupukan dengan pupuk kandang - Pengapuran - Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari - Penanaman benih dapnia - Pemasangan aerator Penanaman benih - Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai. - Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia - Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman Pemeliharaan benih Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan: - Mengamati keadaan air - Penambahan pupuk kandang Pemanena benih Pemanenan di lakukan pada pagi hari antara jam 07 – 09.00. Siapkan - Wadah berisi air dan beraerasi - Scope net Caranya : 1. Air dikeluarkan sedikit demi sedikit 2. Penangkapan benih dilakukan dengan scope net 3. Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya. Sumber: www.blogistic.net
BERTERNAK KELINCI
Ox, kali ini gw mau kasih cara berternak kelinci. Mudah-mudahan bermanfaat.
budidaya kelinci Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang kelinci , penyediaan bibit dan penyediaan pakan.
1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak- anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm. Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: 1.Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda. 2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran. 3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan. 2. Pembibitan Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara. 1. Pemilihan bibit dan calon induk Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
2. Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
3. Sistem Pemuliabiakan Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: 1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging. 2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul. 3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
4. Reproduksi dan Perkawinan Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
5. Proses Kelahiran Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
Carabudidaya.Com
1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak- anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm. Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: 1.Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda. 2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran. 3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan. 2. Pembibitan Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara. 1. Pemilihan bibit dan calon induk Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
2. Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
3. Sistem Pemuliabiakan Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: 1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging. 2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul. 3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
4. Reproduksi dan Perkawinan Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
5. Proses Kelahiran Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
Carabudidaya.Com
Cara Memelihara Lele
ara Beternak Ikan Lele,
Budidaya ikan lele,
Pemeliharaan lele Cara Beternak Ikan Lele Ikan Lele merupakan keluarga
Catfish yang memiliki jenis
yang sangat banyak,
diantaranya Lele Dumbo, Lele
Lokal, Lele Phyton, Lele
Sangkuriang dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah
dituliskan mengenai Budi Daya
Ikan Guramih Pada Kolam
Terpal, pada kesempatan ini
akan dibahas BUDI DAYA
IKAN LELE DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele
dumbo relatif lebih mudah
dan sederhana jika
dibandingkan dengan budi
daya guramih. Pada dasarnya
metode Budidaya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi
antara lain lahan yang sempit,
modal yang tidak terlalu besar
dan solusi untuk daerah yang
minim air. Lele Dumbo
merupakan ikan yang memiliki beberapa
keistimewaan dan banyak
diminati orang. Aneka masakan dari lele bisa
diperoleh dengan mudah, rasa
daging yang lezat dan gurih
membuat bisnis budi daya lele
menjadi peluang usaha yang
cukup menjanjikan keuntungan. Selain itu Lele
dumbo lebih mudah dipelihara
dan cepat dalam
pertumbuhannya. Dengan
kondisi air yang “buruk” Lele
dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik,
dengan demikian solusi
pemeliharaan lele dumbo
dengan terpal menjadi
alternatif yang perlu dicoba.
Budidaya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal
mendatangkan peluang usaha
yang cukup menjanjikan dan
tidak memerlukan modal
usaha yang besar. Analisis
budidaya Lele Dumbo dapat dilakukan dalam berbagai
model untuk konsumsi dan
pembibitan. Analisis budidaya Lele
Dumbo Model Budi Daya Lele Dumbo
Peluang usaha Budidaya lele
dumbo dengan kolam terpal
dapat dilakukan dalam
beberapa bentuk antara lain,
tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele
Dumbo sebagai bibit
merupakan upaya memenuhi
kebutuhan bibit yang terus
meningkat seiring dengan
permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budidaya Ikan Lele
Dumbo Konsumsi merupakan
upaya memelihara Ikan Lele
Dumbo sampai ukuran dan
bobot tertentu. Biasanya dari
berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor.
Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /
ekor ke atas biasanya
digunakan pada kolam
pemancingan yang berisi Lele
dumbo. Salah satu contoh kolam lele dengan terpal Budidaya Lele Dumbo Untuk
Pembibitan
Peluang Usaha Budidaya Lele
dumbo Untuk tujuan
pembibitan bisa dilakukan
antara lain: Pemijahan dan penetasan telur
lele dumbo, setelah menetas
bisa dijual kepada peternak
lain untuk dibesarkan atau
dipelihara lagi sampai besar.
Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa dijual,
sehingga merupakan peluang
usaha bagi yang memilih
menekuni bidang ini. Jika
lahan yang tersedia sempit
solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk usaha
ini hanya tempat dan indukan
lele dumbo.
Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo. Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik. Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi. Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budidaya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan. Persiapan Pembuatan Kolam Terpal Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara.
Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.
Pemeliharaan Lele Dumbo Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.
Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain- lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.
Sumber: health-adolescent.Blogspot.Com
Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo. Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik. Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi. Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budidaya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan. Persiapan Pembuatan Kolam Terpal Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara.
Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.
Pemeliharaan Lele Dumbo Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.
Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain- lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.
Sumber: health-adolescent.Blogspot.Com
Langganan:
Postingan (Atom)